Assalamualaikum.
Kenapa aku seperti
tidak mau sama kamu? Kalau cinta kenapa tidak dikejar? Kita itu sama, aku harap
kamu bisa mengerti. Alasannya cuma satu yaitu tidak mau sakit karena cinta lagi.
Senang dan sedih pasti akan selalu datang dan pergi. Kalau sakit hanya karena
masalah kecil yang terus diulang-ulang mungkin bisa dihadapi, sakit karena
masalah besar yang terus diulang-ulang juga masih bisa dihadapi. Tapi sampai
kapan akan bertahan untuk menghadapi masalah besar? Kesabaran memang tidak ada
batasannya, tapi hati belum tentu kuat untuk terus hidup dengan masalah besar
yang terus diulang-ulang yang membuat sakit yang luar biasa. Kita mempunyai kesamaan, kita sama-sama tidak
ingin sakit lagi karena cinta, jadi seharusnya kita bisa saling memahami dalam
menjalin hubungan dan bisa menjaga perasaan masing-masing. Aku percaya dan
yakin dengan cinta kamu, sangat sangat yakin. Aku percaya kamu mencintaiku, aku percya itu. Tapi
aku tidak bisa percaya, bahkan aku tidak yakin dengan sikap kamu. Semua orang memiliki
masa lalu, termasuk aku. Cinta itu tidak bisa dihapus, sekali cinta selamanya
tetap cinta. Tapi seseorang juga butuh waktu untuk meredam cinta untuk
menghapus rasa ingin bersama lagi. Bahkan akupun membutuhkan waktu setahun lebih
untuk menghapus rasa ingin bersamanya lagi, butuh lebih dari setahun untuk
menemukan cinta seperti kamu. Iyah, mungkin benar kata kamu, aku akan temukan
cinta yang lain setelah pergi dari sini, tapi itu butuh waktu yang lama untuk
melupakan kamu terlebih dahulu. Sejujurnya aku tidak ingin merasakan cinta lagi
jika aku sudah melupakan kamu. Cinta itu menyakitkan, aku tidak sekuat seperti
yang kamu tahu. Jodoh sudah ditentukan oleh Allah, aku lebih memilih sendiri
kesepian daripada harus berpacaran tapi hanya merasakan sakit yang luar biasa.
Meskipun tujuan akhir adalah bersama cinta, tapi masih ada yang lebih penting
daripada cinta. Aku tidak akan munafik dengan bilang aku ini kuat, aku juga
tidak akan pamer bahwa aku ini lemah, tapi aku hanya ingin terus jalan
kemanapun angin membawaku. Jika kamu ingin melupakan masa lalu kamu, ubah pola
pikir kamu. Jangan menjauhinya karena rasa sakit, jika ingin melupakannya hanya
karena rasa sakit maka saat kamu sudah senangpun kamu tidak ingin menjauhinya,
tapi malah perlahan dekat lagi. Jauhi dia karena kamu memang tidak memilih dia,
jika mengingat masa lalunya membuat kamu sakit maka teruslah kamu ingat, maka
dengan begitu kamu akan bisa menjauhinya. Kamu bilang kepadaku kalau kamu hanya
ingin menatap ke depan dan melihat siapa yang nanti benar-benar akan kamu
pilih, iya kan? Dengar yah, memilih itu bukan berarti pacaran(memiliki), dan
memilih itu tanpa harus berfikir. Jika kamu menjauhi dia hanya karena rasa
sakit, maka kamu bisa kembali kepadanya jika dia memberi kebahagiaan. Jika kamu
memilihku hanya karena kebahagiaan, maka kamu bisa menjauhiku jika aku memberi
rasa sakit. Ingat baik-baik, memilih itu bukan berarti pacaran(memiliki), dan
memilih itu tanpa harus berfikir dulu, tidak peduli pilihan itu rasa sakit atau
kebahagiaan. Yang namanya memilih itu sudah ditentukan dari awal, bukannya
malah menatap ke depan dan melihat hasilnya nanti diakhir. Akan ku berikan
contoh, pilihanku adalah kamu. Aku tidak peduli kamu menjadi pacarku atau
tidak, aku tidak peduli kamu sudah punya pacar atau tidak, tapi aku tetap
memilih kamu, cinta itu lahir dari hati yang tulus. Aku tidak bilang cintaku
ini tulus, tapi hatiku ini memilih kamu, tidak peduli kamu itu siapa, yang
jelas aku akan setia sama kamu. Cintaku ke kamu beda dari cinta sebelumnya yang
pernah ada, mungkin benar aku akan jatuh cinta lagi setelah aku pergi dari
sini. Tapi aku tegaskan ke kamu, cinta itu menyakitkan, aku tidak akan
berpacaran lagi, karena pilihanku adalah kamu. Kamu hanya akan tergantikan oleh
jodohku, sementara aku pun tidak tahu jodohku itu siapa, yang jelas pilihanku
sampai kapanpun tetap kamu. Setelah lulus tentunya aku tidak akan menikah, jadi
cintaku ke kamu akan bertahan sangat lama. Karena jodohku, karena istriku,
karena aku tidak akan menikah secepat itu. Pilihanku tetap kamu, dan hanya
jodohku yang akan menghapus kamu.
Dari awal kamu
tidak memilihku, tapi kamu hanya mentok saja cuma ada satu pilihan yaitu aku
jadinya aku lah yang kamu pilih. Pilihan kamu dari awal adalah dia, jika kamu
memilihku seharusnya tidak ada hati yang bilang “NANTI” untuk memilih cintanya.
Kamu menjauhinya karena kamu tidak ingin sakit, aku hanya pelampiasan kamu. Aku
tidak akan mengejar kamu, tapi dia akan selalu mengejar kamu. Semua orang suka dengan
orang yang giat berusaha, tapi aku akan tetap diam, sementara dia akan berusaha
mendapatkan kamu. Awal kehancuran hubungan kita adalah karena kamu tidak bisa
menjaga perasaanku, kamu tidak bisa menjaga perasaanku karena pilihan kamu dari
awal yang sebenarnya adalah dia. Bukan dia atau kamu yang salah, tapi aku lah
orang ketiga yang salah dalam kisah cinta ini. Jika sekarang kamu bilang bisa
menjauhinya, bisa dibilang aku tidak percaya bahkan tidak yakin dengan itu. Aku
sangat percaya dengan cinta kamu, tapi tidak untuk sikap kamu. Aku tidak ingin
pusing memikirkan cinta, semua masalah dalam cinta itu bikin fisik maupun batin
jadi hancur. Jika kita kembali lalu kamu tidak bisa menjadi apa yang aku mau,
jika kita kembali lalu kamu tidak bisa menjaga perasaanku dan hanya terus
mengulang masalah besar yang selalu sama, lalu apa gunanya kita kembali. Meskipun
tujuan akhir adalah bersama cinta, tapi ada yang harus dikejar terlebih dahulu
sebelum bersama cinta. Aku tidak ingin mengejar cinta, masih banyak yang harus
aku kejar. Jika fisik maupun batinku hancur, lalu bagaimana aku bisa mengejar
sesuatu yang lebih dari cinta itu? Aku tidak ingin pusing dengan cinta lagi, begitu
juga dengan kamu. Itu lah kenapa aku seperti tidak mau sama kamu. aku mencintai
kamu, tapi aku tidak ingin bersama kamu jika kamu hanya memberi rasa sakit
meskipun kita sebagai teman. Jika masih ada cinta maka tetap akan ada rasa
sakit, dan aku belum siap jadi teman kamu, dan aku tidak pernah akan siap.
Daripada dekat tapi hanya saling menyakiti maka lebih baik jauh. Jika kamu
memberiku kebahagiaan maka dengan sendirinya aku akan datang, tapi masalahnya
itu aku tidak yakin dan percaya dengan sikap kamu. sekarang aku memang tidak
merasa sakit oleh kamu lagi, tapi aku tidak yakin kamu bisa menjauhi dia
meskipun itu untukku, karena aku tahu dia lah yang sebenarnya kamu pilih.
Bukannya aku tidak ingin bersama kamu, tapi aku tidak ingin sakit. Sekarang
mungkin aku tidak sakit, tapi apa kamu bisa terus menjadi apa yang aku mau,
karena aku tahu kamu hanya lari dari dia. Aku tidak menyuruh kamu menyerah,
tapi daripada hanya ribut, daripada marah-marah, daripada tiba-tiba jadi orang
aneh yang tidak jelas, daripada nantinya akan ada hati yang tersakiti maka sebaiknya
jauh. sekarang masih mending, tapi jika nanti permasalahannya menjadi besar dan
sakitnya pun luar bisa lalu apa gunanya kembali. Aku tidak menyuruh kamu
menyerah, tapi aku hanya ingin kamu tenang dan berfikir yang jernih. Kamu yang
lebih tahu diri kamu, kamu yang lebih tahu perasaan hati kamu, kamu yang lebih
tahu kapan kamu siap untuk bercinta lagi, kamu yang lebih tahu siapa orang yang
benar-benar kamu pilih. “Cuma ingin
menatap ke depan dan melihat siapa yang bener-bener nok pilih”. Aku hanya
ingin kamu tenang dan berfikir yang jernih, diri kamu yang lebih tahu adalah
kamu. apakah yang terjadi sama kamu sekarang adalah pelarian atau pilihan, kamu
yang lebih tahu. Dan menurutku kamu itu hanya lari, waktu kesendirian kamu itu
bukan digunakan untuk menentukan siapa yang benar-benar kamu pilih, kamu tidak
perlu memilih siapa-siapa karena pilihan kamu dari awal adalah dia. Kamu hanya
perlu waktu untuk sendiri agar sakitnya itu benar-benar sudah hilang, kamu
hanya butuh dikejar oleh dia agar kamu dan dia bisa bersama lagi. Tenang dan
berfikirlah yang jernih, jangan membuat kesedihan jika tidak bisa membuat
kebahagiaan.
Wassalamualaikum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar