Minggu, 05 April 2015

why?

Assalamualaikum.
Kenapa aku seperti tidak mau sama kamu? Kalau cinta kenapa tidak dikejar? Kita itu sama, aku harap kamu bisa mengerti. Alasannya cuma satu yaitu tidak mau sakit karena cinta lagi. Senang dan sedih pasti akan selalu datang dan pergi. Kalau sakit hanya karena masalah kecil yang terus diulang-ulang mungkin bisa dihadapi, sakit karena masalah besar yang terus diulang-ulang juga masih bisa dihadapi. Tapi sampai kapan akan bertahan untuk menghadapi masalah besar? Kesabaran memang tidak ada batasannya, tapi hati belum tentu kuat untuk terus hidup dengan masalah besar yang terus diulang-ulang yang membuat sakit yang luar biasa.  Kita mempunyai kesamaan, kita sama-sama tidak ingin sakit lagi karena cinta, jadi seharusnya kita bisa saling memahami dalam menjalin hubungan dan bisa menjaga perasaan masing-masing. Aku percaya dan yakin dengan cinta kamu, sangat sangat yakin.  Aku percaya kamu mencintaiku, aku percya itu. Tapi aku tidak bisa percaya, bahkan aku tidak yakin dengan sikap kamu. Semua orang memiliki masa lalu, termasuk aku. Cinta itu tidak bisa dihapus, sekali cinta selamanya tetap cinta. Tapi seseorang juga butuh waktu untuk meredam cinta untuk menghapus rasa ingin bersama lagi. Bahkan akupun membutuhkan waktu setahun lebih untuk menghapus rasa ingin bersamanya lagi, butuh lebih dari setahun untuk menemukan cinta seperti kamu. Iyah, mungkin benar kata kamu, aku akan temukan cinta yang lain setelah pergi dari sini, tapi itu butuh waktu yang lama untuk melupakan kamu terlebih dahulu. Sejujurnya aku tidak ingin merasakan cinta lagi jika aku sudah melupakan kamu. Cinta itu menyakitkan, aku tidak sekuat seperti yang kamu tahu. Jodoh sudah ditentukan oleh Allah, aku lebih memilih sendiri kesepian daripada harus berpacaran tapi hanya merasakan sakit yang luar biasa. Meskipun tujuan akhir adalah bersama cinta, tapi masih ada yang lebih penting daripada cinta. Aku tidak akan munafik dengan bilang aku ini kuat, aku juga tidak akan pamer bahwa aku ini lemah, tapi aku hanya ingin terus jalan kemanapun angin membawaku. Jika kamu ingin melupakan masa lalu kamu, ubah pola pikir kamu. Jangan menjauhinya karena rasa sakit, jika ingin melupakannya hanya karena rasa sakit maka saat kamu sudah senangpun kamu tidak ingin menjauhinya, tapi malah perlahan dekat lagi. Jauhi dia karena kamu memang tidak memilih dia, jika mengingat masa lalunya membuat kamu sakit maka teruslah kamu ingat, maka dengan begitu kamu akan bisa menjauhinya. Kamu bilang kepadaku kalau kamu hanya ingin menatap ke depan dan melihat siapa yang nanti benar-benar akan kamu pilih, iya kan? Dengar yah, memilih itu bukan berarti pacaran(memiliki), dan memilih itu tanpa harus berfikir. Jika kamu menjauhi dia hanya karena rasa sakit, maka kamu bisa kembali kepadanya jika dia memberi kebahagiaan. Jika kamu memilihku hanya karena kebahagiaan, maka kamu bisa menjauhiku jika aku memberi rasa sakit. Ingat baik-baik, memilih itu bukan berarti pacaran(memiliki), dan memilih itu tanpa harus berfikir dulu, tidak peduli pilihan itu rasa sakit atau kebahagiaan. Yang namanya memilih itu sudah ditentukan dari awal, bukannya malah menatap ke depan dan melihat hasilnya nanti diakhir. Akan ku berikan contoh, pilihanku adalah kamu. Aku tidak peduli kamu menjadi pacarku atau tidak, aku tidak peduli kamu sudah punya pacar atau tidak, tapi aku tetap memilih kamu, cinta itu lahir dari hati yang tulus. Aku tidak bilang cintaku ini tulus, tapi hatiku ini memilih kamu, tidak peduli kamu itu siapa, yang jelas aku akan setia sama kamu. Cintaku ke kamu beda dari cinta sebelumnya yang pernah ada, mungkin benar aku akan jatuh cinta lagi setelah aku pergi dari sini. Tapi aku tegaskan ke kamu, cinta itu menyakitkan, aku tidak akan berpacaran lagi, karena pilihanku adalah kamu. Kamu hanya akan tergantikan oleh jodohku, sementara aku pun tidak tahu jodohku itu siapa, yang jelas pilihanku sampai kapanpun tetap kamu. Setelah lulus tentunya aku tidak akan menikah, jadi cintaku ke kamu akan bertahan sangat lama. Karena jodohku, karena istriku, karena aku tidak akan menikah secepat itu. Pilihanku tetap kamu, dan hanya jodohku yang akan menghapus kamu.
Dari awal kamu tidak memilihku, tapi kamu hanya mentok saja cuma ada satu pilihan yaitu aku jadinya aku lah yang kamu pilih. Pilihan kamu dari awal adalah dia, jika kamu memilihku seharusnya tidak ada hati yang bilang “NANTI” untuk memilih cintanya. Kamu menjauhinya karena kamu tidak ingin sakit, aku hanya pelampiasan kamu. Aku tidak akan mengejar kamu, tapi dia akan selalu mengejar kamu. Semua orang suka dengan orang yang giat berusaha, tapi aku akan tetap diam, sementara dia akan berusaha mendapatkan kamu. Awal kehancuran hubungan kita adalah karena kamu tidak bisa menjaga perasaanku, kamu tidak bisa menjaga perasaanku karena pilihan kamu dari awal yang sebenarnya adalah dia. Bukan dia atau kamu yang salah, tapi aku lah orang ketiga yang salah dalam kisah cinta ini. Jika sekarang kamu bilang bisa menjauhinya, bisa dibilang aku tidak percaya bahkan tidak yakin dengan itu. Aku sangat percaya dengan cinta kamu, tapi tidak untuk sikap kamu. Aku tidak ingin pusing memikirkan cinta, semua masalah dalam cinta itu bikin fisik maupun batin jadi hancur. Jika kita kembali lalu kamu tidak bisa menjadi apa yang aku mau, jika kita kembali lalu kamu tidak bisa menjaga perasaanku dan hanya terus mengulang masalah besar yang selalu sama, lalu apa gunanya kita kembali. Meskipun tujuan akhir adalah bersama cinta, tapi ada yang harus dikejar terlebih dahulu sebelum bersama cinta. Aku tidak ingin mengejar cinta, masih banyak yang harus aku kejar. Jika fisik maupun batinku hancur, lalu bagaimana aku bisa mengejar sesuatu yang lebih dari cinta itu? Aku tidak ingin pusing dengan cinta lagi, begitu juga dengan kamu. Itu lah kenapa aku seperti tidak mau sama kamu. aku mencintai kamu, tapi aku tidak ingin bersama kamu jika kamu hanya memberi rasa sakit meskipun kita sebagai teman. Jika masih ada cinta maka tetap akan ada rasa sakit, dan aku belum siap jadi teman kamu, dan aku tidak pernah akan siap. Daripada dekat tapi hanya saling menyakiti maka lebih baik jauh. Jika kamu memberiku kebahagiaan maka dengan sendirinya aku akan datang, tapi masalahnya itu aku tidak yakin dan percaya dengan sikap kamu. sekarang aku memang tidak merasa sakit oleh kamu lagi, tapi aku tidak yakin kamu bisa menjauhi dia meskipun itu untukku, karena aku tahu dia lah yang sebenarnya kamu pilih. Bukannya aku tidak ingin bersama kamu, tapi aku tidak ingin sakit. Sekarang mungkin aku tidak sakit, tapi apa kamu bisa terus menjadi apa yang aku mau, karena aku tahu kamu hanya lari dari dia. Aku tidak menyuruh kamu menyerah, tapi daripada hanya ribut, daripada marah-marah, daripada tiba-tiba jadi orang aneh yang tidak jelas, daripada nantinya akan ada hati yang tersakiti maka sebaiknya jauh. sekarang masih mending, tapi jika nanti permasalahannya menjadi besar dan sakitnya pun luar bisa lalu apa gunanya kembali. Aku tidak menyuruh kamu menyerah, tapi aku hanya ingin kamu tenang dan berfikir yang jernih. Kamu yang lebih tahu diri kamu, kamu yang lebih tahu perasaan hati kamu, kamu yang lebih tahu kapan kamu siap untuk bercinta lagi, kamu yang lebih tahu siapa orang yang benar-benar kamu pilih. “Cuma ingin menatap ke depan dan melihat siapa yang bener-bener nok pilih”. Aku hanya ingin kamu tenang dan berfikir yang jernih, diri kamu yang lebih tahu adalah kamu. apakah yang terjadi sama kamu sekarang adalah pelarian atau pilihan, kamu yang lebih tahu. Dan menurutku kamu itu hanya lari, waktu kesendirian kamu itu bukan digunakan untuk menentukan siapa yang benar-benar kamu pilih, kamu tidak perlu memilih siapa-siapa karena pilihan kamu dari awal adalah dia. Kamu hanya perlu waktu untuk sendiri agar sakitnya itu benar-benar sudah hilang, kamu hanya butuh dikejar oleh dia agar kamu dan dia bisa bersama lagi. Tenang dan berfikirlah yang jernih, jangan membuat kesedihan jika tidak bisa membuat kebahagiaan.
Wassalamualaikum.